.

SEJARAH GEREJA




Bila kita mengingat kisah perjuangan bangsa Israel keluar dari negeri Mesir menuju tanah perjanjian yang begitu panjang, penuh suka dan duka, begitu juga bila kita mengingat kilas balik perjalanan panjang GSJA Duta Kasih .

Perjalanan ini dimulai belasan tahun yang lalu, di mana gereja ini masih bernama GSJA Amran, yang terletak di pemukiman padat penduduk di daerah Tubagus Angke, Jelambar, Jakarta Barat.

Dari tempat ibadah yang berdinding bilik dan berlantai tanah, jemaat dengan setia datang menyembah Tuhan, dengan rata-rata kehadiran 50 orang.

Kebaktian terus berlangsung, namun perkembangannya tidak senantiasa berjalan mulus. Rumah ibadah tersebut sudah tidak nyaman lagi digunakan untuk ibadah, karena halaman belakang gereja yang kosong sudah berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah warga sekitar. Belum lagi banjir dan adanya kebocoran di sana-sini.

Secara perlahan namun pasti, gembala sidang dan jemaat mulai melakukan sesuatu untuk rumah Allah. Sebuah tembok dibangun di halaman belakang untuk mencegah pembuangan sampah dan bocor pun diperbaiki.

Namun rancangan Tuhan bukanlah rancangan manusia. Bukan hanya membangun tembok tapi Tuhan memampukan untuk membangun sebuah bangunan permanen yang cukup megah.

Lewat tangan-tangan yang terulur menolong,

GSJA Amran ditahbiskan tanggal 21 November 1987.

Memasuki gedung gereja yang baru, jemaat makin bertambah dan makin setia mengikut Tuhan. Hal-hal yang paling berkesan untuk jemaat di antaranya adalah pada saat ingin beribadah, mereka harus menyeberangi sungai dengan perahu atau eretan.

Dan saat mengingat ibadah pada waktu hujan besar dan banjir, seakan itu menjadi cerita yang tiada habis-habisnya untuk diceritakan. Memprihatinkan memang, namun lucu sekaligus membawa berkat! Dengan sukacita Allah, mereka boleh merasakan hadiratNya nyata dalam setiap ibadah.

Pada akhir tahun 1991, terdengar kabar bahwa akan ada proyek pembangunan jalan layang Grogol – Pluit.

Bangunan gereja dan rumah-rumah lain di sekitarnya harus segera digusur. Ini adalah proyek pemerintah yang harus segera dijalankan. Jemaat menjadi resah dan gundah gulana,

Apa yang harus kami lakukan? Di mana kami harus berbakti?

Di tengah kekhawatiran dan ketidakpastian, Allah lebih mempersatukan jemaat untuk bersehati berdoa dan puasa minta belas kasihan Allah. Dan sungguh, Allah menepati janjiNya.

Dengan pertolongan Tuhan dan bantuan yang berdatangan, di antaranya pengumpulan dana melalui “Malam Senyum Kasih Amran” dibelilah sebidang tanah di Komplek Perumahan Taman Duta Mas.

Sementara menunggu semua ijin dan surat-surat yang diperlukan untuk membangun sebuah gereja, jemaat ditampung sementara untuk beribadah di GPIA Imanuel, Taman Duta Mas. Tanpa terasa, sudah 5 tahun lamanya jemaat ditampung di sana, namun surat IMB gereja belum juga keluar.

Allah menjawab setiap doa puasa yang dinaikkan dengan sungguh hati. Akhirnya pada bulan Mei 1998, ijin pembangunan GSJA Amran diberikan pemerintah. Hal itu bagaikan setetes air yang segar di padang gurun yang membangkitkan kembali semangat dan sukacita jemaat yang dulunya hampir padam.

Dengan segera, gembala, pengurus gereja, dan jemaat bergerak cepat mengadakan peletakan batu pertama. Tekad mereka, proses pembangunan gereja harus segera dilakukan. Seperti diketahui tahun 1998 krisis ekonomi dan kerusuhan melanda negara kita, sehingga anggaran dana pembangunan gereja menjadi naik beberapa kali lipat.

Tapi jemaat melangkah dengan iman, lewat doa dan puasa, Tuhan menyediakan semua dana yang diperlukan.

Puji Tuhan! Gereja Sidang Jemaat Allah “Duta Kasih” yang sudah lama dinanti-nantikan, akhirnya dapat berdiri

karena pertolongan Yesus pada tanggal 23 Oktober 1999.





Dengan adanya gedung gereja yang baru, semangat jemaat tentu makin menyala-nyala dalam Tuhan.

Dengan makin bertambahnya jemaat, dirasa suatu kebutuhan yang mendesak untuk membuka tambahan kebaktian umum. Dengan dipelopori oleh Ibu Gembala Almh Pdt Magdalena Kurniawan, maka dimulailah Kebaktian Umum II pada hari Minggu pukul 18.00. Lewat kebaktian inilah, makin banyak jemaat yang bertumbuh dalam suasana kekeluargaan yang makin mengakrabkan jemaat.

Di kala gereja Tuhan makin bertumbuh, secara mendadak jemaat kehilangan seseorang yang sangat mereka kasihi yaitu Ibu Gembala Sidang Pdt Magdalena Kurniawan, yang dipanggil pulang oleh Bapa di Surga pada hari Minggu, tanggal 3 Februari 2002.

Kepergian Ibu Gembala yang begitu tiba-tiba membuat seluruh jemaat seakan bermimpi dan tidak percaya. Seluruh jemaat berduka tapi sekaligus bersukacita,

karena menjelang akhir hidupnya Ibu Gembala makin semangat melayani, membesuk bahkan sempat memberikan kesaksian yang menguatkan jemaat.

Memang menjadi suatu kehilangan yg amat… besar, tapi itu tidak membuat jemaat menjadi mundur.

Justru dengan kepergian Ibu Gembala, seakan menjadi sulutan api yang membakar semangat mereka untuk lebih lagi dalam melayani Tuhan.

Memang rancangan Allah bukanlah rancangan manusia. Tuhan selalu memberikan kekuatan bagi keluarga dan jemaat untuk meneruskan pekerjaanNya.

Selamat jalan Ibu Gembala, sampai bertemu kembali ! Semangatmu menjadi teladan bagi kami untuk makin setia melayani Tuhan !

CABANG PORIS INDAH

Pada tahun 1995 dibukalah cabang di Poris Indah, Tangerang di rumah keluarga Bp. Supandi. Dimulai dengan kebaktian Sekolah Minggu, kemudian mereka membuka kebaktian untuk orang dewasa dan berkembang lagi dengan kebaktian remaja. Visi dan misi mereka supaya Poris dilawat oleh Tuhan, sehingga dapat memberkati daerah mereka, dan muncul generasi baru yang akan meneruskan tongkat estafet pekerjaan Tuhan.

MATIUS 28 : 19-20

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Itulah amanat agung dari Tuhan Yesus Kristus

yang juga merupakan visi GSJA Duta Kasih, untuk menjadi duta Allah yang memberitakan kabar baik.

Dengan membawa misi supaya jemaat makin bertumbuh baik secara kualitas dan kuantitas,

kehidupan dan pelayanan mereka menjadi makin diberkati,

dan mengobarkan karunia pelayanan disertai tanda ajaib dan mujizat Allah.

Marilah kita dukung mereka dalam doa, supaya jemaat makin bersatu dalam ikatan kasih yang kuat dalam mencapai visi Allah dan memenangkan jiwa-jiwa buat kemuliaan Tuhan…..

Maju terus GSJA Duta Kasih ! Tuhan Memberkati !